gua mah ga berani da, gembar gembor cerita pribadi ke blog.
itu salah satu kutipan dari salah seorang sahabat saya mengomentari blog2 pribadi-yang (sepertinya) tidak jelas maksud tujuannya apa.
tapi sekali lagi, semua yang terlihat semula tidak ada tujuannya, sebenarnya menyimpan suatu maksud tertentu (ini pemikiran saya sih, silahkan percaya atau percaya atau sangat percaya).
dan tentu saja saya bikin blog ini-yang-sepertinya-tidak-punya-tujuan (tujuan secara pribadi aja gak jelas-apalagi berdalih dengan tujuan demi kemaslahatan umat), sebenarnya punya motif tertentu (yang tentu saja disamar-samarkan ;P).
oke saya blak-blakkan: motifnya tentu saja sebagai 'pendekatan pribadi kepada dunia'. halahhahai..sebenarnya sih cuma ingin seperti didengar (oleh siapa?).
karena konon, semakin dewasa, kita tak sebegitu terbuka lagi seperti kita masih belia....jadi kalau ketemu 'calon teman atau sahabat baru' saya tidak gegabah menceritakan seluruh isi hati dan pengalaman hidup saya yg masih seumur jagung ini. saya lebih berhati hati, dan pilih pilih pilih pilih pilih sekali (meskipun masih aja ada beberapa orang baru yang shock dengan keimplusifan saya-lalu bilang saya naif-dan jujur amat hoooy hahaha).
saya takut, beberapa sahabat baru itu bisa membaca ritme hidup dan arah pikiran saya. hehe kesannya pengen di cap misterius ya? hahahai ada benernya juga sih, karena (kok pake karena?ada hubungan sebab akibat kah ?) sampai sekarang saya masih menggannggap diri saya sendiri adalah misteri (abg?).
hei, tapi tapi tapi,
(selalu aja ada tapi)
kalau kamu liat2 lagi dan pikir2 dengan tidak cermat, apa yang saya katakan di paragraf sebelumnya sebenarnya seperti semacam paradoks (terimakasih pak rasus+pak iskandar dan buku diktatnya yang enak sekali dibaca-berjudul perkembangan kesustraan inggris: jaman anglo-saxon hingga jaman victoria-yang akhirnya menarik hati dan mbikin saya cinta-cinta benci-benci rindu-saya suka mata kuliah ini (serius demi alloh)!!-akhirnya saya bisa dapet kosakata (pembendaharaan/vocab)baru dalam berbahasa indonesia))). ini karena, kalau saya ngaku-ngaku 'semakin dewasa kita semakin tidak terbuka', buktinya apa? terus blog ini buat apa?
ya coba pikir lagi, ada peribahasa : kelakuan nenek kakek tua bangka sama dengan kelakuan bocah.
PAUL ARDEN BILANG SIH SAMA SAYA, KALAU TETAPLAH CHILDISH. demi kelangsungan hidup.(coba aja bayangin kakek nenek disuruh berpikir dan berkelakuan dewasa= ga mungkin. itu berarti ga akan mungkin ada manusia yang bisa disebut kake kake atau nene nene di dunia ini (karena kalau berpikir dewasa dan bertindak dewasa terus menerus-menurut saya sih (silahkan percaya atau percaya atau percaya sekali)-bisa bikin capek dan gampang mati (jadi mati muda alias belum waktunya disebut kake kake atau nene nene sudah mati)))).
karena kalau masih kecil, ego kita luar biasa besarnya.
karena ego itu adalah human being also animal being yang bertujuan melestarikan kelestarian dirinya.(lagi lagi ini menurut saya).
plus tambahan (oh guru bahasa indonesia dari sd sampai sma bunuh gua karena suka pakai kata2 mubazir (contoh mubazir itu: maju kedepan, jatuh kebawah, menangis air mata) kalau menulis bak melayu)), paul arden bilang bahwa: the world is about me.
jadi, kamu ngerti kan tujuan dibikinnya blog ini?
oke nah mulai lah pada inti cerita tulisan saya kali ini.....
lalu sebenarnya, yang ingin saya bagi kali ini adalah: bahwa saya kadang-kadang iri sekali sama anak yang bisa ngobrol panjang lebar dengan mamahnya atau papahnya (dengan durasi lama di telepon). obrolannya bukan yang serius2 seperti masalah bayar uang kuliah atau ayo ambil sks sebanyak banyaknya biar cepet lulus dan jangan lupa solat.
obrolannya adalah yang pake ketawa ketawa ketiwi karena hal2 yang artifisial (dalam durasi lama di telepon-tentunya).
ih saya iri!
bukan saya kurang perhatian atau gimana. cuma tadi siang saya terganggu sekali sama suara tetangga kosan saya yang ketawatiwi via telepon dengan durasi cukup lama dan ternyata doi lagi ngobrol sama mamahnya. saya kira dia lagi nelepon temannya. hahhhh kokkkkk bisa ya?
saya mah ga bisa, jadi saya terganggu mendengarnya. tergganggu iri sekaligus benci tapi lebih banyak bencinya sih.
saya bukannya mau nyalahin mamah saya. tapi kalau dipikir pikir lagi= mamah saya =wanita jaman modern atau bisa juga disebut wanita perang dunia ketiga- yang artinya kerja dari pagi sampe sore- bangun pagi-pagi bebersih rumah-masak-mandiin adek saya yang masih kecil-berangkat jam 8 pagi-pulang jam 5 sore (kadang2 bawa nova atau cek en richek (benarkah tulisannya?)-atau magrib- ngaso-ngaso dikit atau nonton pelem korea di indosiar-masak makan malem-mandi-diomel2in suami(kadang2). jadi....terlalu capek untuk berbasa basi dengan saya (anaknya). karena, konon sebagai seorang wanita kita harus punya -me-time- yang tersedia cukup sedikit dalam satu hari itu bagi wanita periode perang dunia ketiga.
karena kalau seorang cewek ga punya -me-time- samadengan cari mati cepet (sama dengan tidak mensyukuri kehidupan yang diberikan TUHAN).
karena tentu saja mamah saya adalah seorang cewek.
contoh me-time:
-me time-nya mamah saya (yang terlihat secara lahir (lagi-lagi mubazir)) adalah ya ngaso-ngaso dikit baca tabloid atau nonton2 drama korea dan semacamnya.
saya yakin mamah saya sudah cukup capek setiap harinya.
jadi, bahasa verbal tidak lagi digunakan untuk berkomunikasi dengan saya secara intrapersonal.
meskipun saya jarang basa basi (apalagi curhat) dengan mamah, bukan berarti kami samasekali tidak berkomunikasi.
bukan berarti saya kurang komunikasi.
saya berkomunikasi dengan mamah dengan gerak gerik (contohnya; gerak gerik disini sama dengan aktifitas wanita pada perang dunia ketiga yang telah saya sebutkan diatas tadi).
bukan berarti saya kurang perhatian atau kurang kasih sayang.
hanya saya jarang berbahasa verbal dengan mamah saya.
bukan berarti saya tidak pernah berbahasa verbal dengan mamah saya.
kami pernah, tentu saja, baru baru ini (sekitar taun 2008 bisa disebut baru-baru ini ga ya?), berbahasa verbal.
waktu itu saya baru semester satu di kuliah (unpad). saya lagi ada di bogor (rumah orang tua saya)....waktu itu tiba-tiba telepon di rumah berderinks dan ternyata itu adalah telepon dari -sebut saja si matahari terbenam-(mantansahabat? atau sahabat? atau kenalan ya? (kalau posisi dia adalah sekarang)), masih ingat di kepala saya, saat ituu saya senaaang sekaliiii karena dia menelepon (karena saya rindu padanya)... karena pada masa itu saya sudah lama tidak pernah berkomunikasi lagi dengan si matahari terbenam (karena saya dan matahari terbenam sebelumnya berantem hebat karena alasan2 classy-seperti di sinetron remaja)..saya senang sekali waktu itu, mendengar suaranya lagi seperti tidak pernah terjadi apa apa diantara kita. saya bercanda canda dan bergurau gurau seperti biasa dan asyik-asyik aja..lalu, tiba-tiba...
mamah saya dari arah kamar tidur bersuara (berkomunikasi verbal) (berteriak?): dea itu siapa yang telepooooon?.
saya jawab dengan komunikasi verbal: ini mah si matahari terbenammmmm....
lalu mamah berkomunikasi verbal lagi: tutupppp aja teleponnyaaaaa!!!!!!!!!!.
saya lalu shock (berkomunikasi dalam hati:loh kok?) lalu saya tidak mengindahkan kata kata mamah saya (saya tetep asyik ngobrol dengan matahari terbenam)....
lalu mamah berkomunikasi verbal lagi: DEA TUTUUP TELEPOONNYAA....!!!!
saya shock lagi (plus dalem hati seneng), tapi saya tetep asyik ngobrol sama si matahari terbenam dan tidak mengindahkan bahkan janjian pulang kebandung sama-sama.
lalu mamah berkomunikasi verbal lagi: DEA, TUTUP TELEPONNYA, BUAT APA SIH KAMU NGOMONG LAGI SAMA ORANG ITU?
saya udah ga shock lagi (perasaan shock tertutupi dengan perasaan SENANG luar biasa). senang karena mamah berbahasa verbal sama saya (bukan senang karena harus menyudahi percakapan dengan si matahari terbenam). lalu saya tutup teleponnya dengan sebelumnya bilang: matahari, maaf ya teleponnya mau di pake mamah..
taukah kamu,
bahwa baru kali ini ada seseorang dengan bahasa verbalnya menyatakan bahwa dia melarang suatu tindakan kita-tapi kita senang dia melarang kita.
karena biasanya- seseorang yang menggunakan bahasa verbal dalam komunikasi dengan tujuan untuk melarang membuat kita jadi bete atau kesel? karena bahasa verbal dalam komunikasi dengan tujuan melarang adalah samadengan mendikte/digurui.
saya sebagai anak abg saat itu tidak suka di dikte/digurui (dilarang2).
tapi kali ini, dilarang (saat itu) entah kenapa malah menyenangkan hati saya.
menenangkan hati saya.
karena ahirnya mamah berbahasa verbal lagi sama saya.
dengan ini saya menarik kesimpulan, bahwa bahasa verbal itu penting sekali buat saya. lebih banyak membuat saya senang......jadi...ketika saya mendengar/melihat teman saya sedang berbahasa verbal dengan mamahnya, saya jadi benci.
karena (menurut saya), benci adalah sifat dasar manusia juga. sifat benci ini banyak sekali jenisnya, benci yang saya maksud kali ini adalah karena melihat sesamanya mendapatkan kesenangan. kesenangan karena berbahasa verbal dengan mamahnya......
meskipun sebenarnya sifat benci jenis ini adalah sifat yang 'tidak asli dari manusia' melainkan ditularkan dari setan dan iblis.
karena sebenarnya sifat benci jenis ini lebih disebut iri (karena setan dan iblis dahulu kala benci (iri) pada manusia yang hidup di surga)....
(akhirnya jugalah yang membuat manusia dan iblis bisa dibilang 'sesamanya').
itu salah satu kutipan dari salah seorang sahabat saya mengomentari blog2 pribadi-yang (sepertinya) tidak jelas maksud tujuannya apa.
tapi sekali lagi, semua yang terlihat semula tidak ada tujuannya, sebenarnya menyimpan suatu maksud tertentu (ini pemikiran saya sih, silahkan percaya atau percaya atau sangat percaya).
dan tentu saja saya bikin blog ini-yang-sepertinya-tidak-punya-tujuan (tujuan secara pribadi aja gak jelas-apalagi berdalih dengan tujuan demi kemaslahatan umat), sebenarnya punya motif tertentu (yang tentu saja disamar-samarkan ;P).
oke saya blak-blakkan: motifnya tentu saja sebagai 'pendekatan pribadi kepada dunia'. halahhahai..sebenarnya sih cuma ingin seperti didengar (oleh siapa?).
karena konon, semakin dewasa, kita tak sebegitu terbuka lagi seperti kita masih belia....jadi kalau ketemu 'calon teman atau sahabat baru' saya tidak gegabah menceritakan seluruh isi hati dan pengalaman hidup saya yg masih seumur jagung ini. saya lebih berhati hati, dan pilih pilih pilih pilih pilih sekali (meskipun masih aja ada beberapa orang baru yang shock dengan keimplusifan saya-lalu bilang saya naif-dan jujur amat hoooy hahaha).
saya takut, beberapa sahabat baru itu bisa membaca ritme hidup dan arah pikiran saya. hehe kesannya pengen di cap misterius ya? hahahai ada benernya juga sih, karena (kok pake karena?ada hubungan sebab akibat kah ?) sampai sekarang saya masih menggannggap diri saya sendiri adalah misteri (abg?).
hei, tapi tapi tapi,
(selalu aja ada tapi)
kalau kamu liat2 lagi dan pikir2 dengan tidak cermat, apa yang saya katakan di paragraf sebelumnya sebenarnya seperti semacam paradoks (terimakasih pak rasus+pak iskandar dan buku diktatnya yang enak sekali dibaca-berjudul perkembangan kesustraan inggris: jaman anglo-saxon hingga jaman victoria-yang akhirnya menarik hati dan mbikin saya cinta-cinta benci-benci rindu-saya suka mata kuliah ini (serius demi alloh)!!-akhirnya saya bisa dapet kosakata (pembendaharaan/vocab)baru dalam berbahasa indonesia))). ini karena, kalau saya ngaku-ngaku 'semakin dewasa kita semakin tidak terbuka', buktinya apa? terus blog ini buat apa?
ya coba pikir lagi, ada peribahasa : kelakuan nenek kakek tua bangka sama dengan kelakuan bocah.
PAUL ARDEN BILANG SIH SAMA SAYA, KALAU TETAPLAH CHILDISH. demi kelangsungan hidup.(coba aja bayangin kakek nenek disuruh berpikir dan berkelakuan dewasa= ga mungkin. itu berarti ga akan mungkin ada manusia yang bisa disebut kake kake atau nene nene di dunia ini (karena kalau berpikir dewasa dan bertindak dewasa terus menerus-menurut saya sih (silahkan percaya atau percaya atau percaya sekali)-bisa bikin capek dan gampang mati (jadi mati muda alias belum waktunya disebut kake kake atau nene nene sudah mati)))).
karena kalau masih kecil, ego kita luar biasa besarnya.
karena ego itu adalah human being also animal being yang bertujuan melestarikan kelestarian dirinya.(lagi lagi ini menurut saya).
plus tambahan (oh guru bahasa indonesia dari sd sampai sma bunuh gua karena suka pakai kata2 mubazir (contoh mubazir itu: maju kedepan, jatuh kebawah, menangis air mata) kalau menulis bak melayu)), paul arden bilang bahwa: the world is about me.
jadi, kamu ngerti kan tujuan dibikinnya blog ini?
oke nah mulai lah pada inti cerita tulisan saya kali ini.....
lalu sebenarnya, yang ingin saya bagi kali ini adalah: bahwa saya kadang-kadang iri sekali sama anak yang bisa ngobrol panjang lebar dengan mamahnya atau papahnya (dengan durasi lama di telepon). obrolannya bukan yang serius2 seperti masalah bayar uang kuliah atau ayo ambil sks sebanyak banyaknya biar cepet lulus dan jangan lupa solat.
obrolannya adalah yang pake ketawa ketawa ketiwi karena hal2 yang artifisial (dalam durasi lama di telepon-tentunya).
ih saya iri!
bukan saya kurang perhatian atau gimana. cuma tadi siang saya terganggu sekali sama suara tetangga kosan saya yang ketawatiwi via telepon dengan durasi cukup lama dan ternyata doi lagi ngobrol sama mamahnya. saya kira dia lagi nelepon temannya. hahhhh kokkkkk bisa ya?
saya mah ga bisa, jadi saya terganggu mendengarnya. tergganggu iri sekaligus benci tapi lebih banyak bencinya sih.
saya bukannya mau nyalahin mamah saya. tapi kalau dipikir pikir lagi= mamah saya =wanita jaman modern atau bisa juga disebut wanita perang dunia ketiga- yang artinya kerja dari pagi sampe sore- bangun pagi-pagi bebersih rumah-masak-mandiin adek saya yang masih kecil-berangkat jam 8 pagi-pulang jam 5 sore (kadang2 bawa nova atau cek en richek (benarkah tulisannya?)-atau magrib- ngaso-ngaso dikit atau nonton pelem korea di indosiar-masak makan malem-mandi-diomel2in suami(kadang2). jadi....terlalu capek untuk berbasa basi dengan saya (anaknya). karena, konon sebagai seorang wanita kita harus punya -me-time- yang tersedia cukup sedikit dalam satu hari itu bagi wanita periode perang dunia ketiga.
karena kalau seorang cewek ga punya -me-time- samadengan cari mati cepet (sama dengan tidak mensyukuri kehidupan yang diberikan TUHAN).
karena tentu saja mamah saya adalah seorang cewek.
contoh me-time:
-me time-nya mamah saya (yang terlihat secara lahir (lagi-lagi mubazir)) adalah ya ngaso-ngaso dikit baca tabloid atau nonton2 drama korea dan semacamnya.
saya yakin mamah saya sudah cukup capek setiap harinya.
jadi, bahasa verbal tidak lagi digunakan untuk berkomunikasi dengan saya secara intrapersonal.
meskipun saya jarang basa basi (apalagi curhat) dengan mamah, bukan berarti kami samasekali tidak berkomunikasi.
bukan berarti saya kurang komunikasi.
saya berkomunikasi dengan mamah dengan gerak gerik (contohnya; gerak gerik disini sama dengan aktifitas wanita pada perang dunia ketiga yang telah saya sebutkan diatas tadi).
bukan berarti saya kurang perhatian atau kurang kasih sayang.
hanya saya jarang berbahasa verbal dengan mamah saya.
bukan berarti saya tidak pernah berbahasa verbal dengan mamah saya.
kami pernah, tentu saja, baru baru ini (sekitar taun 2008 bisa disebut baru-baru ini ga ya?), berbahasa verbal.
waktu itu saya baru semester satu di kuliah (unpad). saya lagi ada di bogor (rumah orang tua saya)....waktu itu tiba-tiba telepon di rumah berderinks dan ternyata itu adalah telepon dari -sebut saja si matahari terbenam-(mantansahabat? atau sahabat? atau kenalan ya? (kalau posisi dia adalah sekarang)), masih ingat di kepala saya, saat ituu saya senaaang sekaliiii karena dia menelepon (karena saya rindu padanya)... karena pada masa itu saya sudah lama tidak pernah berkomunikasi lagi dengan si matahari terbenam (karena saya dan matahari terbenam sebelumnya berantem hebat karena alasan2 classy-seperti di sinetron remaja)..saya senang sekali waktu itu, mendengar suaranya lagi seperti tidak pernah terjadi apa apa diantara kita. saya bercanda canda dan bergurau gurau seperti biasa dan asyik-asyik aja..lalu, tiba-tiba...
mamah saya dari arah kamar tidur bersuara (berkomunikasi verbal) (berteriak?): dea itu siapa yang telepooooon?.
saya jawab dengan komunikasi verbal: ini mah si matahari terbenammmmm....
lalu mamah berkomunikasi verbal lagi: tutupppp aja teleponnyaaaaa!!!!!!!!!!.
saya lalu shock (berkomunikasi dalam hati:loh kok?) lalu saya tidak mengindahkan kata kata mamah saya (saya tetep asyik ngobrol dengan matahari terbenam)....
lalu mamah berkomunikasi verbal lagi: DEA TUTUUP TELEPOONNYAA....!!!!
saya shock lagi (plus dalem hati seneng), tapi saya tetep asyik ngobrol sama si matahari terbenam dan tidak mengindahkan bahkan janjian pulang kebandung sama-sama.
lalu mamah berkomunikasi verbal lagi: DEA, TUTUP TELEPONNYA, BUAT APA SIH KAMU NGOMONG LAGI SAMA ORANG ITU?
saya udah ga shock lagi (perasaan shock tertutupi dengan perasaan SENANG luar biasa). senang karena mamah berbahasa verbal sama saya (bukan senang karena harus menyudahi percakapan dengan si matahari terbenam). lalu saya tutup teleponnya dengan sebelumnya bilang: matahari, maaf ya teleponnya mau di pake mamah..
taukah kamu,
bahwa baru kali ini ada seseorang dengan bahasa verbalnya menyatakan bahwa dia melarang suatu tindakan kita-tapi kita senang dia melarang kita.
karena biasanya- seseorang yang menggunakan bahasa verbal dalam komunikasi dengan tujuan untuk melarang membuat kita jadi bete atau kesel? karena bahasa verbal dalam komunikasi dengan tujuan melarang adalah samadengan mendikte/digurui.
saya sebagai anak abg saat itu tidak suka di dikte/digurui (dilarang2).
tapi kali ini, dilarang (saat itu) entah kenapa malah menyenangkan hati saya.
menenangkan hati saya.
karena ahirnya mamah berbahasa verbal lagi sama saya.
dengan ini saya menarik kesimpulan, bahwa bahasa verbal itu penting sekali buat saya. lebih banyak membuat saya senang......jadi...ketika saya mendengar/melihat teman saya sedang berbahasa verbal dengan mamahnya, saya jadi benci.
karena (menurut saya), benci adalah sifat dasar manusia juga. sifat benci ini banyak sekali jenisnya, benci yang saya maksud kali ini adalah karena melihat sesamanya mendapatkan kesenangan. kesenangan karena berbahasa verbal dengan mamahnya......
meskipun sebenarnya sifat benci jenis ini adalah sifat yang 'tidak asli dari manusia' melainkan ditularkan dari setan dan iblis.
karena sebenarnya sifat benci jenis ini lebih disebut iri (karena setan dan iblis dahulu kala benci (iri) pada manusia yang hidup di surga)....
(akhirnya jugalah yang membuat manusia dan iblis bisa dibilang 'sesamanya').
Comments
Post a Comment