
padahal, kalau memang tujuannya murni meningkatkan kesejahteraan anak, bisa dimulai dengan tinggalnya ibu di dalam rumah. mendidik anak, menciptakan lingkungan tinggal yang baik. memang kelihatannya ada selisih keuntungan materi antara tinggal di rumah dan menggantikan kehadiran kita dengan pembantu. tapi di masa depan kita harus membayar mahal kembali untuk semua itu. Karena kapasitas oranglain relatif tidak setara dengan orangtua, minimal dari segi cinta kewajiban. berikanlah yang terbaik dari diri kita untuk anak, daripada untuk perusahaan orang lain. jiwa anak yang stabil akan memberi keuntungan untuk kita dan dirinya sendiri nanti. anak yang labil akan selamanya bergantung kepada kita, tidak peduli berapa pun usianya. ini bukan berarti saya menganjurkan para ibu untuk tidak berkerja. selagi anak belum cukup besar, berusahalah-apabila harus- bekerja di rumah.
tidak semua kebaikan diraih dengan susah payah. dalam setiap detiknya, kita selalu mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas apa pun. dan tidak harus dengan jalan materi, kebendaan, tapi cukup dengan apa yang ada pada diri kita: keberadaan. cuma orang yang jeli yang dapat menikmati (kualitas) hidup dengan ongkos yang rendah. sesungguhnya, dalam setiap ongkos rendah, terdapat kelebihan lain. selain kesederhanaan. dan penghematan. ada nilai perjuangan. ada nilai romantisme.
tidak semua kebaikan diraih dengan susah payah. dalam setiap detiknya, kita selalu mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas apa pun. dan tidak harus dengan jalan materi, kebendaan, tapi cukup dengan apa yang ada pada diri kita: keberadaan. cuma orang yang jeli yang dapat menikmati (kualitas) hidup dengan ongkos yang rendah. sesungguhnya, dalam setiap ongkos rendah, terdapat kelebihan lain. selain kesederhanaan. dan penghematan. ada nilai perjuangan. ada nilai romantisme.
disadur dari SASTRA PRANIKAH, buah karya NYI VINON, penerbit DAUN BUKU.
baru kali ini saya baca autobiografi yang menyenangkan tapi profokatif sekali (tentunya kepada hal2 yang baik baik baik baik. )
baru kali ini saya baca autobiografi yang ditulis dari orang yang (sepertinya) biasa-biasa saja (padahal justru jadi luarrrr biasa). (abis saya kalau baca autobiografi latar belakangnya pasti orang-orang yang gaya hidupnya luar biasa ajaib (melenceng dari norma2 baik yang umum (contoh: lacur, anak yakuza, dsb)).
baru kali ini saya jadi suka sekali memakai tanda kurung.
seperti si penulis buku ini bilang : the world is about me.
lalu dalem ati saya bilang: yes you are!!
Comments
Post a Comment