ketika orang menjadi tua maka keindahan pergi keluar dari dirinya. pada saat itulah kita tahu rasanya memiliki mata untuk melihat kecantikan hidup dari luarnya sebab kita telah berjarak dari hidup.
Dam tal ada Rorojonggrang yang akan mempercepat tanda pagi. Kakakku laki-laki gemetar. Ayahku melembut: "Kalau kamu berteriak pada dirimu sendiri, berulang kali, 'Berhenti nangis! Berhenti nangis! Berhenti...' maka kamu akan berhenti nangis, Nak. Kalau kamu berseru pada dirimu, 'Berani! Berani! Berani!...' kamu akan berani."
Setelah beberapa saat ayahku menyuruh ia turun. Dan ia merambat pelan-pelan. Tapi kudengar mantranya telah berbeda: tidak sakit, tidak sakit, tidak sakit.... Di tanah kami melihat ada seekor tokek menggigit jari manisnya hingga berdarah. Tapi ia telah berhenti menangis.
Comments
Post a Comment