

makan untuk hidup atau hidup untuk makan?
sebagian orang memilih yang pertama dan sebagian lagi memilih yang kedua. saya pilih dua duanya. meskipun lambat laun sepertinya saya semakin menghargai orang orang yang hidup untuk makan, , ,hmmm aneh ya? yah selain untuk makan, hidup untuk minum, bergerak, berjalan, bertemu teman, tamasya, belajar nari, piano, membaca buku, kumpul keluarga atau apapun lah. pokoknya hidup untuk hal-hal yang keliatannya sederhana-menurut saya sekarang adalah bagian dari menikmati dan mensyukuri.
ada istilah namanya 'fine-dining'. cara makan yang berasal dari barat diikuti table culture dan diramu oleh seorang chef. porsinya sedikit sekali. tapi harganya nauzubilah mahalnya. mungkin orang2 barat sana, datang ke sebuah restoran fine dining itu suatu hiburan. mereka katanya pergi dan bersiap diri secara lebih istemewa. lebih istemewa lagi ditemani pacar, sahabat-sahabat, orang tua, atau keluarga.
menyantap makanannya pun katanya lama. bahkan ada yang bisa sampai empat jam lamanya. mereka berbincang, makan pelan-pelan, dan mengikuti berbagai tahapan makan. tahap pembuka, menu utama, dan penutup. jeda antara tiap tahap pun bisa lama. kualitas waktu untuk jeda diperhatikan. supaya, mereka bisa fokus kepada suasana dan hidangan selanjutnya. bisa juga fokus terhadap keberadaan diri dan teman makan di depan kita. penampilan makanan diperhatikan. piring gelas sendok garpu sapu tangan bunga-bunga disusun sedemikian rupa. restoran fine dining harus nyaman, dan bikin betah berlama lama.
sambil makan dengan santai, sambil menyusun rencana.
kesannya buang -buang waktu ya?
tidak. katanya waktu tidak terbuang selama kita bisa menikmatinya dengan syukur dan senang.
maka harganya mahal sekali.
teman saya ada yang bilang, gak adil orang bisa buang-buang banyak uang untuk makanan yang cuma segitu doang, sementara, banyak orang yang mati2an buat beli makan. mereka si borju konyol.
saya tidak mengiyakan dan tidak juga mengeenggakkan.
waktu dan uang katanya cuma ilusi.
sambil makan dengan santai, sambil menyusun rencana.
menikmati pencapaian hidup seperti menghargai diri sendiri dengan merayakannya (yang salah satunya dengan datang sekali kali ke restoran mewah) juga sama saja bersyukur pada tuhan. itu menurut saya, sih.
sambil makan dengan santai, sambil menyusun rencana.
kadang-kadang saya suka makan buru2. mengunyah buru2. dan ga menikmati makanan. makan karena sudah lapar sekali dan terlalu ditunda-tunda. padahal nikmat itu ada di makanan kita. dan diri kita.
apapun kata orang tentang fine dining. pada akhirnya saya buat kesimpulan suka suka saja.
dan makan pada fine dining itu adalah yang terpenting nyaman dimanapun berada walau dipinggiran jalan sekalipun. yang penting adalah siapa yang menemani. dan tanpa resah dihati. dan ditemani hati yang gembira dan penuh syukur.
sambil makan dengan santai, sambil menyusun rencana.
besok berbuat apa untuk orang orang yang saya sayangi?
Comments
Post a Comment