kripik pedas

'kripik',,-ups maksud saya- 'kritik' lebih asik daripada 'sindir'.

sebenarnya dua duanya asik. dua duanya menyakitkan. dua duanya menyenangkan.

kritik langsung lebih asik daripada sindir tidak langsung. sebagaimanapun saya berkata apa yang harus dikata. sebagaimanapun saya suka tidak berkata apa yang harus tidak dikata. sebagaimanpun kata kata keluar saat berkata. sebagaimanapun kata kata senang ada dikepala saja dan tidak mau turun ke lidah karena mereka merasa belum waktunya. emang kapan waktunya? ya nanti kalau kita sudah menikah saja sayang.

siapa sih yang senang di kritik?
siapa juga sih yang senang di sindir?
pilih mana?
emang apa bedanya?

ah! mereka sama-sama panas!

kata nyonya ini,
bedanya,
kritik seperti saat saya minum air panas saat sakit flu berdahak, lidah terbakar sedikit (yah gak apa apalah, efeknya -paling- jadi ga bisa masak enak (karena memasak (enak) kan butuh kepekaan lidah?) tapi..selama masih bisa bergerak dipakai buat berbicara-kan (baca: bercinta (!) -bergerak buat berbicara (dengan bahasa bukan suara (?))), tapi lambat laun dahak mengencer dengan harapan saya berangsur-angsur sembuh. jangan lupa harapan itu lebih penting dari kesembuhan itu.

sindir seperti saat saya melihat rumah tetangga sebelah kebakaran, yang terbakar rumah tetangga sebelah, tapi panasnya terasa sampai rumah saya. dan-arkk-ngeri karena takut lama lama apinya merembet ke rumah saya. meluluhlantahkan harta benda saya. membuat saya sedih, sehingga keluarga saya jadi ikut-ikutan sedih juga. seperti kata keluarga cemara, harta yang paling berharga adalah keluarga.

"jadi pilih mana? ayo pilih!"
"ada pilihan lain ga?"
"pake otaklah! bukan pake lidah."
"harus milih nih?"
"iya harus, pilihannya cuma dua itu sekarang!"

"lebih suka kritik dong baby"

kata saya, si perempuan itu.

#dasarperempuan- perempuan suka munafick.

katanya lebih suka kritik langsung daripada sindir tidak langsung. buat apa nulis2 beginian? di remove dari friends list loh ntar. loh emangnya kita temenan? hehe. shity. kamu ngomong ama siapa he. mention dong mention. mention bukan # tapi @- . aduh gua ga temenan. ah bilang aja lo menghindari temenan. hahaha. eh enihuei, you praise yourself (by your indirect inuendos)-at the same time, you humiliate yourself... ah itu kata lo aja, gua ga ngerasa. hehe iya, sama kok gua juga ga ngerasa.


Comments