maaf buat ea, rpn, pda, nm, drm dan sebagainya

pernahkah kamu membuat teman2 mu menangis? atau salah satu dari mereka menangis- karena dirimu? -atau kalau kamu tidak suka disalahkan- karena salah satu ucapan mu, atau kelakuan mu, (sekali lagi bukan karena 'kamu')

lalu dengan keras hatinya. kamu berkata:

itu karena kebodohan dia sendiri.

tapi di seperduaribulimaratus dari hati kecil mu (hatimu kecil- tidak lebih dari 50 persen tubuhmu kan?), kamu malu-kamu kecewa-pada dirimu sendiri, kenapa setega itukah kamu?

saya masih mengingat dengan jelas. ketika kamu kembali lagi kesekolah itu, saat kelenjar air mata kamu seolah olah bukan milik kamu- membandel- susah dikoordinasikan, padahal kamu kan tuannya. saat itu salah satu teman kamu, mengajak kamu keluar kelas, bilang padamu, jangan nangis disini ayo kita berdua keluar, kenapa dan ada apa, ayo kita keluar, cerita, cerita ayo cerita.

tanganmu ditarik tangan temanmu. kamu dibimbing temanmu keluar ruangan itu.

kamu yang banyak kata-kata tapi gak bisa bersuara karena mulut lidah dan bibir mu lagi berantem gak mau kerjasama . kamu bisu, tapi mata kamu seperti bayi dua bulan kencing colongan seenak-enaknya gak kenal tempat dan waktu, bikin pipi kamu basah.

kamu dan teman kamu sama sama bingung. apa sih yang sedang terjadi. drama ya? . ditemaninya kamu nangis. meski kalian tidak sama-sama bicara. teman kamu bicara lewat bahasa tubuhnya (balik lagi masuk ke kelas, ambil tisu dan dikasihkannya ke kamu). teman kamu cuma bisa pegang tangan kamu yang biasa dingin jika sesuatu jadi diluar kendali. temanmu menyerahkan tisu. dan kalian berdua akhirnya menunggu pengertian si kelenjar air mata (mu) supaya berhenti bekerja.

kalau kamu belum tau, itu namanya si sabar dicampur dengan si peduli. sabar dan peduli itu teman kamu.

sekarang, teman kamu itu, yang pernah meminjamkan seberapa banyaknya waktunya untukmu, sedang nangis, tapi eh tapi eh tapi eh tapi, kamunya gak ada. kamunya pelit waktu dan gak ada di sampingnya. alih alih kamu pinjamkan sedikit saja dari waktu mu yang sudah sedikit itu untuk menjadi si sabar dan si peduli bagi teman mu yang lagi asyik nangis itu, kamu malah bernyanyi:

itu karena kebodohan dia sendiri.

padahal sebenarnya, pemicu dari berojolnya air mata air mata itu- pemicu dari menangisnya si teman teman itu, tidak lain dan tidak bukan adalah karena:

kebodohan diri kamu sendiri.

Comments