saya tidak pandai mengeja lalu menyuarakannya. saya lebih suka mendengar dengan mata lalu pura pura memahaminya. kamu boleh heran saya kabur begitu saja, jafar. tapi jangan lupa jangan pernah maafkan saya. meminjam Qur'an mu, dan kamu berdiri menyerahkannya dengan cuma cuma sambil tersenyum tidak pamrih ketika saya iba pada diri saya sebab tadi sore lari ke belakang rumah dan berandai andai saya bukanlah saya. sekali lagi jangan maafkan saya, jafar. sekalipun saya memohonnya.
Comments
Post a Comment