ikuti saya hanya jika kamu adalah imam saya.

dini hari, saya diantara enam perempuan bukan saudara sepersusuan tapi diperkenalkan Tuan almamater duduk bersimpuh dengan pikiran masing2. berikrar pada diri hari ini sampai magrib pulang hanya membuka mata sambil mengistirahatkan lidah seraya melupakan tiga kali pertukaran pandang dan saling curi2 terang2an sambal racikan ibu ade atau bergantian bertukar panas tangan di centong nasi yang sama di teras pagi siang malam. semoga satu hari ini, bisa dijadikan hari diantara ribuan hari milikMu untuk bersiap siap diri menjadi setiap satu orangnya adalah ibu yang pernah menjadi satu orang perempuan awal usia dua puluhan yang selalu punya cita-cita mengabdi pada kamu dengan menuhankan kata terimakasih.

alhamdulillah. coba usir si skeptis dan ucapkan alhamdulillah.

selamat berpuasa.

Comments