The Infinite

adalah (sekali lagi) manusia di dunia saya ini, itu tak pernah ada yang sama. meskipun satu sama lainnya punya beberapa komponen yang sama. membentuk irisan2. seperti saya suka lagu "cucak rowo" dan "lose my breath", dia suka "cucak rowo" dan tidak suka "lose my breath". jadilah "cucak rowo" adalah irisan dari himpunan saya dan dia. himpunan saya dan si anu. himpunan saya dan si itu. himpunan saya dan si ini. himpunan saya dan mereka.

disini, ada 7 milyar manusia. dan semuanya tidak ada yang sama.

satu orang manusia, terdiri dari milyaran neuron dalam otaknya.

dan setiap neuron dalam setiap sel dalam setiap otak dalam setiap manusia itu berbeda, susunannya- meski saya pernah belajar tentang broca bersama bu susi.

dan lagi, berapa jumlah neuron yang ada di dunia ini?

kadangkala, ada pertanyaan yang susah sekali dijawab.

yang seringkali, saya dan teman2 saya disini, menyederhanakannya dengan menjawab dengan simbolisasi matematis "~" yang dibaca "tak terhingga".

sesungguhnya,

pasti ada sebuah jawaban, untuk

memuaskan dahaga satu pertanyaan.

pertanyaan seperti itu, pertanyaan serupa: mengapa solat isya jaraknya kurang dari dua jam dari solat magrib, dan solat subuh jaraknya kurang lebih enam jam dari solat dzuhur?

kenapa ada yang cantik ada yang jelek. kenapa ada yang umurnya panjang dan pendek. kenapa ada jeruk bali dan jeruk ponkam. kenapa ada yang miskin dan kaya. kenapa ada yang homo dan lesbi. kenapa ada yang sakit ada yang sehat? kenapa ada saya dan kamu tak ada?

karena sungguh saya dan kawan2 saya disini, disibukkan dengan satu dan jutaan hal lain,

kadangkala, akhirnya menjawab dengan sederhana beberapa pertanyaan, malu tapi bangga, secara matematis: "tak terhingga."

oh iya,

bandingkan sidik jari sepasang anak kembar.

ada cerita: "janganlah kamu suka membanding2kan."

karena tidak satupun kita, bisa sama.

yang berani berdaulat, kita semua sama.

yang mendakwa, tidak ada kata "tak terhingga" dalam kamusnya.

yang bisa menjabarkan, setiap irisan.

yang, "tak terhingga",

adalah cuma Dia.

Comments