motivasi tidak berbanding lurus dengan banyaknya resonansi

kadang2, hanya dengan percakapan singkat, dengan orang-orang atau seseorang yang jarang kita berjumpa atau sapa, dengan penuh jeda atau alpa-nya resonansi pita suara satu sama lainnya antara saya dan si lawan bicara, dengan minimnya kosakata dan argumentasi2 layaknya peraih nobel,

bisa membuat saya,

terus bergerak, mengikuti rotasi bumi dengan khusyu.

anehnya, kata-kata sederhana, kata-kata yang sedikit itu, kata-kata yang irit itu, yang dimuntahkan dari mulut beberapa lawan bicara, yang kalo kata pak bima tidak jelas rujukan teoritisnya,
bisa membuat otak dan hati saya, bereaksi besar2an, dan

bisa membuat saya,

ikhlas alias ridho dimangsa waktu.

Comments