sore itu kau mengajakku naik ke bukit yang beberapa waktu kemarin kauminta kutetapkan sebagai tujuan sementara kita.
kau merobek ilalang, mengacak ujung kaosmu.
kau tangkap mataku. lalu bersuara.kubulatkan tekad mendengar kesabaran suaramu. kau meminta.
untuk yang terakhir kalinya.
kusanggupkan diri mendengar terhormatnya permintaanmu.
kita memang terlalu sama tapi. mataku berair tanda setuju.
aku pura-pura percaya dua itu satu.
Comments
Post a Comment