nafsu

aku tau, kau lebih cinta aku.
ya, dia tidak pandai menulis puisi, buta nada, menyanyipun malu, modalnya cuma semangat.
tidak tau kah dia kepala radio, akar dan petir? ya! dia tidak tau kalau diujung sana ada orang yang bermimpi bisa menghapus ingatan?
ya, seperti itulah. dia tidak tau apa2. hmm..atau kurasa dia belum tau. yang paling dia tau cuma senyum2 saja, dan mengerjakan tugasnya.
apa itu tugas2nya?! puasa solat dan mengaji?!
ya, salah tiga diantaranya itu.
kamu bohong percaya tuhan itu satu. satu untuk semua.
satu bukan berarti sama.
...tau apa kau tentang 'sama'?
untuk menyenangkan mereka, aku butuh yang sama.
jadi beda bagi mereka itu adalah tidak senang? kenapa? tidak senang karena takut dosa kan? dosa? katamu kau tidak pernah percaya dosa!
aku tidak percaya bahkan tidak peduli dosa. aku peduli mereka.
siapa mereka? mereka yang bodoh itu?
bodoh tapi aku sayang. aku sayang mereka. biar bodohpun mereka mahluk tuhan juga.
penyembah berhala juga mahluk tuhan. kau pasti lupa.
aku tidak lupa.
lalu siapa yang lupa? mereka!?!?
mereka bahkan tidak pernah tahu. bagaimana lupa sebelum tahu?
ya mereka tidak tahu. tidak akan pernah tahu.
karena yang maha tahu, bukan mereka.
kau egois! mengapa tidak kau beritahu mereka! kau kan maha tahu!
sudahlah, sayang, masih ada reinkarnasi.
kau pengecut!
di kehidupan selanjutnya aku adalah cacing tanah, dan kau bolehlah padi.
kau pengecut, pecundang yang sombong beragama!
di kehidupan selanjutnya aku dan kau hidup di bentangan sawah yang sama, bekerja sama pengisi periuk nasi warga.
kau pengkhianat! membohongi akal pikiranmu-yang katamu adalah pemberian tuhanmu! tapi kau menyianyiakannya! menyianyiakan pemberian tuhanmu. menyianyiakan tuhanmu!
kelak aku cacing tak perlu pusing2 , keluar masuk gemburkan tanah. kau padi jadi tambah semangat tumbuh subur.
sekarang siapa yang bohong? siapa yang sebenarnya tidak percaya? kaulah yang tidak percaya...
......
......
kapan kau menikah?
besok lusa, jangan datang ya...
aku tidak akan pernah datang. untuk sebentar lalu pergi. buat apa.
kau telah mengerti.

Comments