jangan ngeyel, kita sudah selesai sejak lama. bukan teman bukan kenalan kita sudah tidak saling membutuhkan. aku tahu ratusan peribahasa bilang maafkanlah, maafkanlah, maafkanlah: tidak baik memutuskan tali persaudaraan sesama anak adam. tapi tuhan tolong dan percayalah, tubuh dan pikiranku kadang tidak bisa selaras. otakku berpikir aku akan lebih menyesal jika tidak memaafkan. tapi tubuhku tidak, aku gemetaran, jantung berdegub, dan kelenjar air mata siap-siap tumpah. belum lagi perasaan ingin muntah dan mulut ingin bersumpah serapah.
sungguh bukan kamu yang seharusnya kembali minta maaf, karena pada akhirnya semualah yang salah.
kitalah yang salah. kitalah yang kalah.
tapi sungguh, tubuh ku ini milik tuhan dan perasaanku berkata, jangan dilanjutkan.
sungguh aku mohon maaf. aku tidak bisa.
berteman, denganmu, membuatku ciut kembali.
teringat kegagalan-kegagalan masa lalu dan energiku belum genap terkumpulkan.
kita tidak bisa membeli waktu, sekaya apapun kita, karena kita sudah terlampau jauh berhenti. kita telah kehabisan waktu.
aku terus berdoa semoga hatiku lebih dibesarkan, lebih diikhlaskan. dan aku menyumpahimu semoga selalu berbahagia. semoga selalu bahagia tanpa kita bersama.
sungguh bukan kamu yang seharusnya kembali minta maaf, karena pada akhirnya semualah yang salah.
kitalah yang salah. kitalah yang kalah.
tapi sungguh, tubuh ku ini milik tuhan dan perasaanku berkata, jangan dilanjutkan.
sungguh aku mohon maaf. aku tidak bisa.
berteman, denganmu, membuatku ciut kembali.
teringat kegagalan-kegagalan masa lalu dan energiku belum genap terkumpulkan.
kita tidak bisa membeli waktu, sekaya apapun kita, karena kita sudah terlampau jauh berhenti. kita telah kehabisan waktu.
aku terus berdoa semoga hatiku lebih dibesarkan, lebih diikhlaskan. dan aku menyumpahimu semoga selalu berbahagia. semoga selalu bahagia tanpa kita bersama.
Comments
Post a Comment